Barang Barang Yang Wajib Dibawa Ketika Umrah

Perlu diketahui sebelum berangkat untuk melaksanakan ibadah umrah yang perlu dipersiapkan oleh jamaah bukan hanya sekedar amalan amalan dan doa ketika di Tanah Haram nantinya. Namun perlu diketahui juga, sebelum melaksanakan perjalanan umrah agar perjalanan dan pelaksanaan ibadah nantinya berjalan lancar, aman dan nyaman ada beberapa barang yang harus dipersiapkan antara lain :
Tempat Yang Mustajab di Tanah Haram Saat Memanjatkan Do’a

Ketika hendak melaksanakan ibadah umrah atau ibadah haji kira nya perlu pembekalan, pembekalan bukan secara materi saja tapi pengetahuan mengenai hal hal yang dianjurkan ketika berada di tanah haram nantinya. Salah satunya mengenai doa dan harapan, pada hakikatnya berdoa dimana saja adalah kegiatan yang selalu dilakukan oleh umat muslim yang taat. Didalam Al qura’an juga telah dijelaskan dalam Q.S Al Ghafir : 60 yang berbunyi Artinya : “Dan Tuhanmu berfirman, “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Aku perkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang sombong tidak mau menyembah-Ku akan masuk neraka Jahanam dalam keadaan hina dina.” Namun perlu kita ketahui bahwa ketika berada Mekkah dan Madinah banyak tempat yang mustajab ketika kita memanjatkan doa. Anatara lain : 1. Multazam Multazam merupakan dinding yang terletak anatara hajar aswad dan pintu ka’bah, Sebagaimana hadist di riwayatkan Abdullah Bin Abbas. Bahwasanya Rasulullah SAW. Bersabda : “Multazam adalah tempat dikabulkan doa. Tak da satupun doa seorang hamba di Multazam kecuali akan dikabulkan (HR. Ahmad) Salah satu doa nya adalah : ‘Ya Allah, aku ini hamba-Mu dan anak hamba-mu yang sedang berdiri di bawah rumah-mu di Multazam, aku menghadap dan bersimpuh di hadapan-Mu. Aku mengharapkan rahmat-Mu, takut akan siksa-Mu, wahai Pemberi Kebajikan. Ya Allah aku memohon kepada-Mu terimalah zikir-ku (pada-Mu), hilangkanlah dosa-dosaku, lancarkanlah urusanku sucikanlah hatiku, sinarilah kuburku, ampunilah dosaku dan aku mohon pada-Mu berikanlah derajat tinggi di surga.” (HR Ahmad bin Hanbal atau Imam Hanbali) 2. Hijir Ismail Hijir Ismail adalah Hijr adalah Hujrah, yakni kamar yang digunakan Nabi Ismail beristirahat saat membangun Ka’bah. Cerita lainnya mengatakan bahwa Hijr adalah kuburan Nabi Ismail. Hijir Ismail salah satu tempat yang selalu dijadikan tempat untuk berdoa. 3. Maqam Ibrahim Maqam Ibrahim adalah satu tempat yang Mustajab untuk memanjatkan doa dan harapan karena maqam ibarahim adalah tempat dimana berdirinya Nabi Ibrahim As, ketika membangun Ka’bah. Dalam Al qur’an berbunyi dalam surah QS. Al Baqarah 125 Dalam Kitabnya, Qadhaya al Mar’ah fi al Hajj wa al Umrah, Dr. ‘Ablah Muhammad al Kahlawi menuliskan bahwa “di antara keutamaan Maqam Ibrahim ialah dikabulkannya setiap doa yang dipanjatkan di sana”. 4. Hajar Aswad Hajar Aswad dalam bahasa arab al-?ajaru al-Aswad, merupakan sebuah batu yang diyakini oleh umat islam berasal dari surga, Dalam Al qur’an Al Baqarah 127. Artinya : Dan ingatlah ketika Ibrahim meninggikan dasar dasar baitullah bersama Ismail seraya berdoa, Ya tuhan kami terimalah dari kami amalan akami sesungguhnya engkaulah yang maha mendengar lagi maha mengetahui. 5. Sumur Zamzam Sumur ini terletak 21 meter dari lokasi Ka’bah. Ulama mengajarkan agar zamzam diminum dalam tiga kali tegukan. Tegukan pertama hendaknya berdoa agar dimantapkan iman, tegukan kedua agar dianugerahi ilmu pengetahuan, dan tegukan ketiga agar memperoleh rezeki halal yang memuaskan. Dalam hadist Rasulullah SAW. Artinya : “Airzam-zam tergantung orang yang meminumnya.” 6. Safa dan Marwah Shafa merupakan bukit yang masuk bagian Masjidil Haram. Shafa merupakan titik awal dilaksanakannya sa’i. Sedangkan Marwah Marwah bagian bukit yang masuk Masjidil Haram. Marwah merupakan titik akhir dilaksanakannya sa’i Diriwayatkan dari Jabir dari Abdullah bahwa Rasulullah SAW pergi menuju Shafa hingga melihat Ka’bah, lalu Beliau mengucapkan kalimat tauhid, tahmid, dan takbir sebanyak tiga kali, kemudian berdo’a sesuai dengan apa yang ia kehendaki. (HR. An Nasa’i dalam Kitab Manasik al Hajj, Jilid V, hal. 241). Semoga ringkasan singkat diatas bisa menjadikan pengetahuan mengenai tempat tempat yang mustajab tatkala kita melakssanakan ibadah haji umrah serta doa dan harapan kita diijabah oleh Allah SWT. Dan semoga kita dapat berkunjung kerumah Allah SWT. Aminnnn…….
Amalan Sunnah Serta Peristiwa Yang Terjadi Pada Bulan Rabiul Awal

Perlu kita ketahui, bahwa kita saat ini berada dibulan yang penuh dengan sejarah yakni bulan Rabiul Awal, pada bulan Rabiul Awal banyak amalan sunnah yang dianjirkan kepada kita antara lain. 1. Memperbanyak Membaca Shalawat Nabi. Banyak bacaan shalawat yang disunnahkan kepada umat Muslim antara lain. 2. Memperbanyak Sedekah Pada bulan Rabiul Awal kita sebagai umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak Sedekah karena sedekah merupakan hal yang sangat penting karena pentingnya saling meringankan beban sesame umat Islam. 3. Selalu Meningkatkan Keimanan Salah satu cara meningkatkan keimanan adalah selalu menjalankan perintah Allah baik hal yang berhukum Wajib ataupun Sunnah salah satunya melaksanakan Puasa sunnah Seperti Puasa Senin dan Kamis. Kemudian pada bulan Rabiul Awal ada beberapa pristiwa penting yang terjadi yakni. 1). Lahirnya Nabi Muhammad SAW Pada bulan Rabiul Awal Nabi Saw. Dilahirkan hari Senin 12 Rabiul Awal pada tahun Gajah di Makkah. Di tahun inilah, Nabi Muhammad Saw lahir di Makkah sebagai anak yatim karena ayahnya yaitu Abdullah, wafat sebelum Rasulullah Saw lahir. Beberapa tahun setelah menghabiskan waktu dengan ibunya, Aminah, Nabi Muhammad Saw. kemudian dibesarkan oleh kakeknya yaitu Abdul Muthalib. 2). Hijrahnya Nabi Muhammad SAW Beliau mulai berhijrah meninggalkan Gua Tsur malam Senin tanggal 1 Rabiul Awal tahun I Hijriyah (16 September 622 M). Nabi Saw. sampai di Quba’ hari Senin tanggal 8 Rabiul Awal tahun 1 H (23 September 622 M), lalu berdiam disana selama empat hari, yaitu hari Senin, Selasa, Rabu, dan Kamis. Nabi Saw selanjutnya memasuki Madinah hari Jumat tanggal 12 Rabiul Awal tahun 1 Hijriyah. 3). Wafatnya Nabi Muhammad SAW Nabi Muhammad SAW meninggal dunia di Madinah pada Senin 12 Rabiul Awwal tahun 11 Hijriyah atau 8 Juni 632 Masehi. Ia adalah seorang Nabi dan Rasul terakhir bagi umat Muslim. Nabi memulai penyebaran ajaran Islam untuk seluruh umat manusia dan mewariskan pemerintahan tunggal Islam. Wafatnya Nabi Saw. ini menjadi pertanda lahirnya negara Khilafah Islam Rasyidah. Sebab pada hari yang sama, bahkan sebelum jenazah Nabi SAW dimakamkan, umat Islam telah membaiat Abu Bakar Shiddiq sebagai khalifah.
Tips Berangkat Umrah Setelah DI Buka Kembali

Sahabat semua setelah bebarapa bulan keberangkatan ibadah umrah sempat tertunda akibat Covid19 dan pada bulan September pemerintah Arab Saudi telah membuka kembali ibadah umrah secara bertahap. Tentu sangat berbeda secara kesehatan khususnya mengenai keberangkatan ibadah umrah di era sekarang dengan era sebelum munculnya pandemi Covid19 Oleh kerena itu ada beberapa hal yang perlu kita ketahui sebelum melaksanakan keberangkatan ibadah umrah. Yang pertama, mematuhi peraturan kesehatan secara umum yang telah ditetapkan oleh WHO sepertimemakai masker yang menutupi hidung dan mulut, membawa handsanitazer atau selalu tidak lupa mencuci tangan ketika telah melakukan aktivitas aktivitas dan membawa kaca mata hitam yang mana kegunaanya adalah menahan silau matahari serta meminamalisar terkenaya virus Covid19. Gunakan kacamata hitam yang menutup seluruh bagian mata. Karena virus Corona atau Covid19 dapat masuk ke dalam tubuh dengan menginfeksi dari 3 saluran mukosa yaitu mulut, hidung, dan mukosa yang ada di mata. Yang kedua, menjaga kesehatan tubuh dengan memakan makanan yang bergizi serta rajin berolahraga agar imun tubuh kita lebih kuat dan sehat sehingga kita dapat meminimalisir terkenanya virus Covid19. Yang ketiga, adalah melaksanakan ibadah ibadah seperti tawaf dengan menerapkan social distance dan tidak bersentuhan dengan jamaah yang lain agar meminimalisir terpaparnya virus Covid19. Yang keempat, mempersiapkan dana lebih dari yang biasanya. Karena dari segi akomodasi baik itu biaya transportasi seperti tiket pesawat dan hotel tempat menginap, akibat Covid19 otomatis maskapai penerbangan akan mengurangi jumlah penumpang dari kapasitas pesawat tersebut sehingga harga tiket akan menjadi sedikit mahal. Dari segi di hotel juga pasti bertambah sedikit mahal karena setiap kamar hanya memperbolehkan 2 tamu di setiap kamar. Atau mungkin bisa tetap ‘quad bedroom’ yang berisi 4 kamar tidur untuk 4 tamu. Tapi hal ini semua sebenarnya masih bisa diantisipasi oleh biro perjalanan umrah haji agar biaya dapat hemat dan tidak terlampau jauh dari biasanya. Yang kelima, Salah satu hal yang kemungkinan terjadi yakni adanya Vaksin Covid19 jika telah ditemukan vaksinnya. Yang keenam, Nantinya juga akan ada biaya pemeriksaan khusus Rapid test dan Swab PCR Covid19 baik saat berangkat di bandara keberangkatan di Indonesia, maupun saat tiba di bandara yang ada di Jeddah atau Madinah Yang ketujuh adalah lebih memilih biro travel haji yang di percayai untuk keberangkatan ibadah umrahnya sehingga dapat lebih tenang dan nyaman dalam hal beribadah. Insya allah kami dari Laenatours & Travel akan melayani kebarangkatan jamaah dengan khusyu’ tenang dan nyaman. Semoga kita diberi rezeki yang berkah sehingga kita dapat melkasanakan ibadah umra serta di berikan kesehatan lahiraah dan batiniah.
Kerajaan Arab Saudi Kembali Membuka Umrah Secara Bertahap

Sejak Maret 2020, akibat Covid-19 pemerintah Arab Saudi menutup layanan ibadah umrah, yang mana dalam keadaan normal dapat dilaksanakan umat Islam di Makkah dan Madinah sepanjang tahun. Setelah beberapa bulan ditiadakan, akhirnya Pemerintah Arab Saudi membuka kembali kegiatan ibadah umrah mulai 4 Oktober 2020. Rencana pembukaan kegiatan ibadah di tengah penyebaran virus corona yang belum usai tersebut disampaikan Kementerian Dalam Negeri Arab Saudi. Persetujuan dikeluarkan untuk mengizinkan umrah dan mengunjungi Masjidil Haram di Mekkah secara bertahap bagi mereka yang berada di wilayah kerajaan mulai 4 Oktober 2020 dengan langkah langkah pencegahan di bidang kesehatan di kutip The National. Ada beberapa tahap yang perlu kita ketahui untuk sekarang ini. 1. Tahap Pertama yang diizinkan melaksanakan umrah hanya masyarakat wilayah kerajaan pada tanggal 04 Oktober. Dengan maksimal jamaah 30% perhari atau 6000 jamaah. 2. Untuk tahap ke dua 18 Oktober 2020 warga Negara dan masyrakat di dalam wilayah kerajaan saja yang diizinkan melakukan ibadah umrah, berkunjung ke Raudah di Masjid Nabawi di M adinah dan shalat di dua Masjid Nabawi. Dengan kapasitas perhari di batasi sebanyak 75% atau 15000 jamaah. 3. Pada tahap ketiga yang diizinkan melaksanakan umrah adalah masyarakat di dalam dan di luar wilayah kerajaan dapat melaksankan umrah berkunjung ke Raudah di Masjid Nabawi di Madinah dan shalat di dua Masjid Nabawi di mulai pada tanggal 1 November. Ditahap ketiga ini 100% kapasitas diberlakukan dengan tetap menjalankan protokol kesehatan dalam pencegan virus covid19. Dengan demikian ada 20.000 jamaah perharinya melaksanakn ibadah umrah. 4. Pada tahap keempat, warga Negara dan masyarakat di dalam maupun diluar wilayah kerajaan dizinkian menjalankan umrah, yakni berkunjung ke Raudah di Masjid Nabawi di Madinah, dan shalat di dua Masjid Suci dengan kapasitas jamaah perhari 100%. Pada semua tahap ini Pemerintah Arab Saudi meminta para jamaah dan pengunjung untuk mematuhi protokol kesehatan yakni memakai masker, Sosial Distance dan menghindari kontak fisik. Dengan demikian ini merupakan sebuah kabar yang bahagia yang sudah lama kita tunggu untuk dapat lagi kembali melaksanakan ibadah umrah. Untuk mengenai info keberangkatan dapat menghubungi Laenatours & Travel. INFO UMRAH & HAJI ?LAENATOURS & TRAVEL Assalamu’alaikum. DAFTAR SEKARANG ! IBADAH UMRAH BERSAMA LAENATOURS & TRAVEL. Guna memberikan pelayanan dan pelindungan kepada jemaah umrah Laenatours & Travel dari Covid-19. Maka pelaksanaan Ibadah Umrah dijamin sesuai dengan aturan Kemenag terkait protokol kesehatan yang harus ditaati para jamaah umrah. – Pendaftaran : Rp.5.000.000,-– Pelunasan 45 hari sebelum tanggal keberangkatan. Wa’alaikumsalam.wr.wb LAENATOURS & TRAVEL – JAKARTAGedung Wisma Laena. Lt.3Jl. K.H. Abdullah Syafei No.7. Casablanca – Tebet. Jakarta Selatan. INDONESIA021 8356660 | 021 8356663. LAENATOURS & TRAVEL – BEKASIKawasan Ruko Kalimas I Blok B No.7. Margahayu. Bekasi Timur.021 88359086.
Keuntungan Mendaftar Haji Plus

Kerajaan Arab Saudi terkena dampak parah dari Virus Corona atau Covid-19. Pandemi ini berdampak ke ibadah haji. Pemerintah Arab Saudi membatasi kuota peserta haji di tengah wabah virus corona. Peserta haji tahun ini dibatasi maksimal 10.000 orang dan hanya bagi mereka yang bermukim di Arab Saudi saja. Dari jumlah 10.000 dan 70% di antaranya adalah warga dari 160 negara yang bermukim di Saudi, sementara selebihnya adalah warga Arab Saudi sendiri. Peserta kemudian disaring oleh Kementerian Umrah dan Haji Arab Saudi. Namun itu semua tidak menjadikan kita menyerah untuk mengumpulkan pundi pundi uang agar kita dapat menunaikan ibadah Rukus Islam yang ke-5 yakni ibadah haji dan kita sebagai umat Islam harus lebih berusaha karena setiap kesulitan ada kemudahan. Dalam firman Allah di jelaskan surah (QS. Al-Insyarah : 6) Artinya : Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan. Jika kita selalu berikhtiar dan berdoa insya allah semua halangan yang di hadapi akan dapat kita selesaikan karena pada dasarnya Allah Swt. Yang sudah menjajikan kita sesuai ayat diatas. Saat ini Indonesia adalah salah satu Negara yang menyumbang jamaah haji terbesar di dunia yakni kurang lebih 221.000 jamaah yang terbagi menjadi 204.000 jamaah haji regular dan 17.000 jamaah haji khusus/plus dengan porsi haji sebanyak itu dan masih banyak jamaah yang mengantri. Namun pada tahun 2020 sampai sekarang kita terdampak di pandemi covid-19 sehigga tidak ada keberangkatan haji baik regular atau plus sehingga banyak masyarakat muslim beranggapan bahwa Arab Saudi tutup total mereka mengatakan saya ingin daftar umrah setelah umrah dibuka saja padahal banyak keuntungan jika sekarang kita melakukan setoran haji khususnya haji plus, karena apa? Karena lebih menguntungkan pihak jamaah sebab pendaftaran jamaah haji berkurang, jadi kouta lebih cepat sehingga kemungkinan besar lebih cepat masa tunggunya khusunya jamaah Haji Plus yang biasanya menunggu 3-5 tahun bisa jadi lebih cepat masa tunggunya dibanding tahun tahun sebelumnya apabila melakukan setoran haji plus di masa pandemi ini. Apabila melakukan pendaftaran haji plus di masa pandemi ini khususnya di Laenatours & Travel mendapatkan keringanan yakni cukup membayar DP USD, 4500,- mendapat diskon Khusus, mendapatkan merchandise seperti kaos ka’bah dan sajadah cantik. Apabila ada berniatan untuk melaksanakan haji namun masih bingung dalam pendaftaran ditengah pandemi saat ini bisa menghubungi kami di Laenatours & Travel……….Terima Kasih
Umat Muslim, Pandemi Serta Ibadah

Madinah dan Mekkah adalah pusat umat Muslim, di kedua kota tersebut banyak hal-hal mengenai Nabi Muhammad Saw. Terjadi. Madinah dan Mekkah adalah tempat untuk melangsungkan ibadah haji dan umrah. Bagi umat Islam ibadah haji dan Umrah adalah sarana untuk meningkatkan ibadah kedekatan dengan sang pencipta serta sarana silaturahmi sesama umat Islam di dunia. Jika berbicara mengenai ibadah yang dilaksanakan umat muslim yakni ibadah haji dengan jenjang waktu 1 tahun sekali yang diikuti dan dilaksanakan dari berbagai penjuru dunia yang di hadiri jutaan manusia sehinga dibutuhkan keamanan serta kesehatan secara masal Sebab kondisi wabah Corona yang mengancam daratan Asia dan termasuk daerah timur tengah seperti Mekkah dan Madinah sebelum tarjadinya wabah virus ini jauh sebelumnya telah terjadi juga menurut catatan Sirrah Nabawiyah, bertepatan ditahun kelahiran Nabi Saw. Yakni tahun gajah di mana tentara Abrahah ingin mendirikan Kuil Kristen dan ingin membinasakan Ka’bah karena dianggap sebagai pangganggu terhadap niatnya yang ingin menjadikan pusat Religi terhadap kuil tersebut tetapi tentara Abrahah yang menggunakan pasukan bergajah itu gagal total terhadap niatnya pasukan bergajah tersebut tiba tiba terserah penyakit bintik-bintik seperti bisul. Bukan hanya itu wabah juga pernah terjadi di daerah Arab dan sekitarnya, peristiwa tersebut dinamakan Wabah Amawas. Itu terjadi pada masa kepemimpinan Khalifa Umar Bin Khatab. Pusat wabah ttersebut ada di suatu daerah Yarusalem, Palestina yang merenggut kurang lebih 30 Ribu jiwa. Untuk mencegah ataupun meluasnya wabah tersebut Umar mengistruksikan untuk karantina dan didalam Hadist Nabi Muhammad Saw. Memerintahkan umat nya untuk menjauh dari wabah tersebut hadist tersebut berbunyi : Artinya :Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Tha’un (wabah penyakit menular) adalah suatu peringatan dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala untuk menguji hamba-hamba-Nya dari kalangan manusia. Maka apabila kamu mendengar penyakit itu berjangkit di suatu negeri, janganlah kamu masuk ke negeri itu. Dan apabila wabah itu berjangkit di negeri tempat kamu berada, jangan pula kamu lari daripadanya.” (HR Bukhari dan Muslim dari Usamah bin Zaid). Berkaitan dengan Hadist diatas pemerintah Indonesia telah mengambil kebijakan masa pandemi ini yakni mengajurkan kita tetap dirumah saja baik itu dari segi bekerja maupun ibadah karena untuk menjaga kesalamatan jiwa. Inilah yang menjadi peluang bagi kita untuk lebih meningkat Muhasabah diri dan mendekatkan diri kepada Allah Swt. Salah satu hikmah adanya pendemi ini semakin banyak kesempatan luang yang kita miliki untuk melakukan ibadah. Di sisi lain ada bebarapa ibadah yang tidak bisa kita lakukan seperti ibadah haji yang dibatasi dan ibadah umrah yang tidak bisa sama sekali kita laksanakan namun kita tidak boleh menyerah ada baiknya kita ber ikhtiar kepada Allah Swt. Dan menaati peraturan pemerintah yang telah disepakati agar pandemi ini cepat berlalu dan kita dapat melaksanakan ibadah ibadah yang sempat tertunda Amin…
Tanah Haram Mekkah Dan Madinah

Ibnu Taimiyah berkata, “Di Dunia, tidak ada tanah haram baik Baitul Muqaddas ataupun tempat yang lain selain Mekkah dan Madinah. Selain Mekah dan Madinah tidak bisa dinamakan tanah haram, sebagaimana yang seringkali disebut-sebut oleh orang yang tidak berpengetahuan. Mereka menyebut, ‘Tanah haram Maqdis dan tanah haram Khalill Maqdis dan Khalil bukan termasuk tanah haram sesuai dengan kesepakatan kaum Muslimin. Tanah haram yangdisepakati secara mutlak adalah Mekkah. Adapun Madinah, disebut tanah haram oleh mayoritas ulama, sebagaimana banyak hadits Rasulullah saw. yang menjelaskan tentang hal itu. Tidak ada perbedaan pendapat di antara kaumMuslimin mengenai tanah haram ketiga kecuali Wujal yaitu suatu lembah di Thaif. Menurut sebagian ulama, Wuja’ termasuk tanah haram. “Tetapi, menurut mayoritas ulama, Wuja tidak termasuk tanah haram.” Mayoritas ulama berpendapat bahwa Mekkah lebih utama daripada Madinah. Hal ini berdasarkan pada sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Ahmad, Ibnu Majah dan Tirmidzi dari Abdullah bin Adi bin Hamra’ bahwa Rasulullah saw bersabda tentang kota Mekkah. Artinya : “Demi Allah, Sesungguhnya engkau adalah tanah Allah yang paling baik dan yang paling disukai Allah Swt. Sekiranya bukan aku dikeluarkan darimu aku tidak akan keluar”. Tirmidzi juga meriwayatkan sebuah hadits yang menyatakan riwayat tersebut termasuk hadits shahih dari Ibnu Abbas ra., bahwa Rasulullah saw. bersabda tentang kota Mekkah, Artinya : “Alangkah baiknya engkau dari negara yang lain dan yang paling aku sukai. Jika bukan karena kaumku mengeluarkanku darimu aku tidak akan tinggal tempat selainmu”. Untuk mengenai batasan tanah haram Abu Hurairah ra. meriwayatkan bahwa Rasulullah saw. menentukan tanah haram Madinah antara dua labah-nya dan menjadikan dua belas mil di sekitar Madinah sebagai pembatas. Labah adalah batu hitam. Kota Madinah terletak di antara dua labah, labah timur dan labah barat. Thnah haram Madinah ditetapkan sepanjang dua belas mil, mulai dari gunung Air sampai gunung Tsaur. Gunung Air adalah sebuahgunung di Miqat, sedangkan Tsaur adalah pegunungan di dekat gunung Uhud di sebelah utara. Rasulullah saw. memperbolehkan penduduk Madinah melakukan penebangan pohon yang tumbuh di Madinah untuk keperluan alat pertanian, alat transportasi, dan sebagainya, yang tidak bisa dipisahkan dari kehidupan mereka. Penduduk Madinah juga diperbolehkan memotong rerumputan yang tumbuh di tanah Madinah untuk memberi makan pada binatang. Imam Ahmad meriwayatkan dari Jabir bin Abdillah ra., Bahwasanya Rasulullah saw. bersabda, “Tumbuh-tumbuhan tanah haram Madinah, (yang terletak) antara dua batu hitamnya dan semua batas-batasnya tidak boleh dipotong kecuali untuk keperluan makanan binatang.”